Selasa, 31 Januari 2017

Perbedaan Kita ( Part 3 - Ending )

0

Part 3
HURT
            Momen demi momen kami lewati bareng, sempat beberapa kali putus nyambung setiap bulan karena alasan yang kurang logis. Aku tetap mencoba mempertahankan bagaimana pun sulitnya rasa bertahan ini. Aku sudah memperbaiki sikap ku dari sebelum-sebelumnya, aku bukan playboy, aku cuman lelaki yang telat move on. Sudah berhasil melupakan Ferin, sekarang aku terjebak di Ara. Kelebihan Ara apa? Aku juga belum bisa menemukan sampai sekarang, karna aku liat aku FUN sama dia, pengennya bareng terus sama dia, kalo dibilang apa alasanku bertahan karna aku ga pengen membuat mengulang lagi kesalahan-kesalahanku yang dulu dan ini belum fatal dan belum cukup fatal untuk sebuah perpisahan dan aku memilih bertahan bagaimana pun caranya aku menghadapinya.
            Ketika itu dipertemukan cewe yang superdrama, dipisahkan dengan tembok yang sangat rumit, dan dipisahkan oleh perbedaan yang sangat besar, kenapa cuman masalah hati sekarang aku ga bertahan? Capek untuk mengulang dari awal kembali, memperkenalkan diri lagi dari awal.

            Hurt, rasa sakit datang kembali ketika aku mencoba menjalani keseriusan dengan Ara. Entah kenapa pemikiran mamah nya terlalu kolot, “Ini bukan zaman situ nurbaya” cukup itu kata-kataku ke mamahnya. Entah kenapa lagi-lagi orang tua yang membikin aku sulit, membikin hubungan rumit, dan membuat aku mati langkah. Aku coba konsultasi ke mamah ku yang bisa mempunyai pemikiran yang masih muda, dan salah satu kata-kata mama ku yang kudapat “Kamu udah dewasa dan ini saatnya bukan hanya si pasangan kam yang kam hadapi tapi ingat dia punya keluarga dank am harus menghadapi keluarganya juga” dengan kata-kata ini aku termotivasi untuk mempertahankan lagi walau aku tau aku bakal HURT banget di endingnya.
Part 4
ENDING
            Perpisahan dan berakhirlah yang terucap dari mulut sekarang, Dia dijodohkan ketika aku masih pacaran sama Ara, dan anehnya lagi si Ara malah meladeni calon yang bakal di jodohkan sama dia. Sakit hati, kecewa dan pengen banget kabur jauh-jauh pada saat itu. Hancur yang berasa, aku bodoh melakukan hal yang bodoh yaitu berani datang kerumahnya pada saat masalah memuncak. Ternyata apa yang di bicarakan mamahnya pada saat itu hanyalah kebohongan belaka. Dan aku iya iya doang karna percaya, eh kami baikan lagi dan aku menerima dengan kenyataan kalo dia ga bakal tersesat dan tetap sama aku. Aku salah langkah, ternyata terjebak oleh jebakan. Jelang 2 minggu sejak kejadian yang tadi, siAra sakit gara-gara hujan-hujanan. Tapi dia ngajakin aku ikut Color run, aku sudah menolak beberapa kali dengan beberapa alasan karna ada sesuatu yang mengganjal hatiku kalo aku ikut. Tapi aku ga bisa biarin Ara sendiri ikut bareng teman-temannya, yasudah dengan sangat terpaksa aku ikut juga. Dan tibalah harinya ternyata jam 6 pagi harus stay huekkk. Karena aku adalah insomnia-man jadi bangun pagi adalah musuhku. Tapi aku semangat semangatin diri sendiri jam 7 bangun HAHAHA telat sih tapi gak papa deh. Harinya panas banget, sangat panas bisa bikin kulit terbakar lah pada saat itu. Acara dari pagi – siang kisaran jam 1an. Belum lagi molor hahah. Jam 2 kita pulang dan mencari makan inget banget kata-kata pecah dari Ara, “Aku bukan nyari pacar, aku nyari pasangan hidup” tau tuh kenapa dia ngomong kaya gitu tiba-tiba. Dan dia bilang hehee aku cuman becanda. Sore sudah dan kami berangkat pulang kerumah masing-masing. Ku antar Ara kerumahnya, dan aku pulang kerumah dan tertidur sore hari.
            Kisaran jam 6 ada telpon dari Ara, aku kira di nelpon karena nyuruhku bangun karena mau maghrib harinya. Eh aku angkat dan dia nangis, nangis di telepon. “Kenapa katakuuu ishh” aku bingung suaranya ga jelas, dan terdengar sedikit. Mama marah-marah dhan, kam disalahin gara-gara ngajaki aku panas-panasan terus aku disuruh mutusin kam. Ya sudah aku yang salah dalam hati ku tenangin dia dan aku nyoba sabar dan tenang, ehhh nyolot banget ada telepon lagi dari Ara, tau ga siapa yang ngomong? Langsung mamahnya brooo.. aku di marah-marahin diteriakin katanya “aku ga bisa menjaga pacar, ngajakin panas-panasan, kemaren hujan-hujanan, ini lagi kulit terbakar berapa habis aku buat Ara doang “ kata mamah nya aku cuman bisa jawab “iya iya doang” dan sit ante malah teriakin “Jangan Banyak omong kamu” katanya Ya allah aku salah apa kataku terdiam dalam hati. Terus di bilang “Mulai sekarang jauhin Ara, jangan hubungin lagi, dan jangan pernah temenan lagi sama Ara” aku masih diam karena kalo aku berbicara yang sebenarnya Ara yang bakal sakit dimarahin. Kalo mamah nya tau yang sering ngajakin Ara nya bukan aku malah Ara yang kena imbasnya tapi aku mencoba menolong dia biar ga dimarahin. Cukup aku deh kataku dimarahin.  Saat itu juga kami putus.
 Suatu ketika, aku merencakan sesuatu yang sangat indah, ketika Ara berulang tahun, sebelum itu aku berpikir matang-matang harus ngapain dan berbuat apa. Aku bukan siapa-siapa nya ara, aku dilarang kerumahnya, aku dilarang ini itu sama ortunya. Dan terlintas pikiranku untuk ngajakin temen-temennya Ara biar dikira Temennya yang ngajakin ketemu dan ngasih surprise padahal aku yang ngasih surprise kedia. Eh sudah berhasil surpriseku, aku liat Ara senang J bersyukur banget aku bisa liat dia senang walau terakhir kalinya aku bikin dia senang. Tapi aku terjebak lagi entah kenapa aku berani mencoba jalan yang nekat aku ajakin dia balikan. LOL HAHAHAHAHHAH eh dia nya mau juga walau agak gimana gitu.

            Malam tahun baru lagi tepat satu hari sebelum malam tahun baru, aku diputusin dengan alasan yang kurang logis dan selalu mengait-ngaitkan dengan masalah orang tua. Aku mah apa atuh hahaha cuman mengiyakan karena takut. Tapi seperti yang ku kira dari awal ini seperti permainan anak kecil yang membuatku berpikir menjauhi ku bukan seperti itu caranya. Karena dari awal aku tau bahwa Ara bakal memilih apa yang disuruh orang tuanya. Karena 1 calon yang dipilih taat Agama dan mamahnya Ara mencari yang Agamanya kuat (Lagi-lagi menyangkut Agama), dan Bos (katanya).

            Tapi beginilah endingnya
J Dia nya terlihat galau, terlihat sedih mungkin cuman didepanku, dan masih banyak rahasia rahasia yang belum ku ketahui darinya. Mungkin Ending yang tepat dari ceritaku sama Ara adalah “Aku rela di bilang ini itu, rela di jadi pecundang, rela jadi budak cinta, dan berani mengambil jalan dimana agar dia ga dimarahin sama ortunya” dan dia sudah bahagia sama calon yang dipilih sama orang tua nya J Congrats yaaa… Tapi seperti yang kalian tau “You Play Drama, You Get Karma”.  Ending dari ceritaku, Aku sudah masuk kerja dan semoga dengan aktifitas yang baru ini sedikit demi sedikit dapat membuatku lupa kalo aku pernah sama Ara. 

Perbedaan Kita ( Part 2 )

0

Part 2
D.E.S.T.I.N.Y
            Di 2 bulan pertama aku sama Ara, kami putus karena alasan Ara aku cowo playboy hiks :(. Mencoba meyakinkan dia bahwa aku ga seperti yang dia bilang, ternyata tak bisa, entah kenapa sahabatku yang bernama Bima meyakinkanku untuk berubah dan Meyakinkan ku kalau sosok Ferin bisa digantikan pastinya. Aku pun tersenyum dan coba bangkit, pada saat itu juga aku memberanikan diri datang kerumahnya tanpa undangan. Sempat nunggu beberapa menit didiemin doang depan pagar rumahnya. Tapi perjuanganku belum sia-sia aku tunggu dan terus tunggu sambil manggil namanya, eh ternyata dia mau bukain pagarnya J. Seneng, gugup, bercampur jadi satu. Seribu duaribu alasan aku coba meyakinkan dia, akhirnya dia mau balikan dan jalani lagi sama aku. Tau taunya 1 minggu setelah kejadian itu si Ferin datang lagi. Dan bodohnya sahabatku Bima tadi malah ngajakin aku ketemuan sama Ferin. Dan kita sudah masing-masing punya pasangan tapi mau aja ketemu satu sama lain, entahlah kataku ikutin aja dulu arusnya mungkin ini kehendak Tuhan aku bertemu dengannya lagi. Sempat asik ngobrol dan dipertengahan perbincangan terciptalah omongan “Kok ga diajak pacarnya Dhan?” ketawa aku “Hahahahahahaa” lol kok ketawa katanya aku serius nanya pacarnya kenapa ga diajak? Kujawab dengan senyum “Sudah tidur dia In biasa sudah jam 11 harus tidur dia” Ferin pun ketawa. Dan setelah bahas sedikit tentang pasangan masing-masing terciptalah kampret moment. Ferin mengambil Hpku membuka aplikasi dan bikin video durasi pendek di aplikasi tersebut, isinya “Happy Anniv Dhan J” terus kameranya menuju ke arahku dan bilang ishh apaan sih hahah. Eh dan lagi dia bikin video lagi isinya “Hurt him, I kill you J” bla  bla bla dah syukurnya itu aku aman karena pada saat itu Ara belum punya aplikasi yang ku mainin sama Ferin berdua.
            Setelah itu aku rahasiakan lagi cerita ini ke Ara, dengan sedikit demi sedikit membuka hati ke Ara, akhirnya aku terjebak kedalam perasaanku sendiri. Dulu waktu awal-awal pacaran jalan sama Ara cuman Weekend, Weekdays nya pada malam hari kadang aku habisin waktu sama Ferin, cerita tentang Ara ke Ferin juga. Aku berasa menjadi cowo yang berengsek, cowo yang bakal nyakitin hati perempuan jika aku ketauan dan ketangkap basah saat aku masih berhubungan dengan Ferin.

            Aku tersadar, jika aku lanjutkan dengan Ferin yang seperti ini kami bakal terjebak lagi kelubang yang sama dan jalan yang buntu lagi. Ara superdrama, Ferin lebih superdramanya, aku memperlakukan Ara seperti aku memperlakukan Ferin dulu yang bisa ku anggap sebagai Teman, Sahabat, Musuh, sekaligus Pacarku. Entah kenapa itu berhasil ku berlakukan ke Ara juga walau Ara lebih cemburuannya daripada Ferin. Dan sering melontarkan kata-kata putusnya setiap bulan karena alasan yang kurang logis. Tapi hati ini bergerak dan terus bangkit untuk mempertahankan. Lupakan soal Ferin, aku sudah berhasil kabur darisana dan sekitar 80% ke Ara.

To be Continued... to >> http://imagimories.blogspot.co.id/2017/01/perbedaan-kita-part-3-ending.html

Senin, 30 Januari 2017

Perbedaan Kita ( Part 1 )

0

Perbedaan Kita
Part 1
I  See The Light
            Jomblo, Galau, Sakit hati, semua jadi satu rasanya sekarang. Ingin ku move on dari kenangan yang dulu. Perkenalkan nama ku Dhan ini ceritaku berawal dari masuk kuliah di Universitas LMkrt. Dapat pacar disana? Ga donggg. HAHAHA, ini cerita setelah aku berhubungan dengan cewe yang bernama Ferin. Senang iya senanggg.. bahagia iya bahagia.. tapi kita tidak bisa melanjutkan terlalu dalam karena salah satu factor yaitu agama. Betapa ribetnya jika dilanjutkan, dan terpaksa mundur dengan perlahan walaupun itu sakit. Tapi dari sini aku berhasil bagaimana caranya merelakan seseorang pergi agar kedepannya dia ataupun akunya bakal menjadi lebih baik dari pelajaran tersebut. 3 Bulan tak berasa tepatnya 1 Tahun aku sama Ferin, kita janji kita tetap berteman walaupun sudah tak ada hubungan. Akhirnya, kita bertemu disuatu tempat. Entah kenapa galau itu berasa lagi, anjrittttt pengen banget aku teriak. Tuhann kenapa tuhann? Kataku dalam hati. Udah fix enak sama dia, tapi kenapa harus ada perbedaan yang besar Tuhan. Dari kejadian itu aku berpikir aku harus cepat move on. Move on caraku bukan harus punya pasangan baru biar cepet melupakan yang lama.
            Sempat bingung ga bisa banget move on dari ini satu karena perbedaan yang bikin kita asik. Bayangin hari Jum’at lagi dikampus aku LINE dia, “aku shalat jum’at dulu ya” kataku, terus dibales “nitip doa dari tempatmu buat aku ya :)”, “kamu hari ini kemana?” kataku lagi, dijawab “nanti setelah kamu berangkat kemesjid aku mau kegereja soalnya ada acara kebhaktian di gereja nih”. Dan lucunya itu kita kalo makan bareng berdoa dengan keyakinan masing-masing dan sering diliatin sama orang. Bulan puasa dia nya menghargai dengan cara menahan lapar dan haus juga kalo ketemu atau lagi jalan. Kalo lagi sahur aku kadang dibanguninnya duluan padahal dianya ga berpuasa hahaha. Acara natalan diajakin ke rumahnya. Ga bisa kebayang deh gimana asiknya dulu, sifat buruknya hilang gara-gara kebaikannya yang luar biasa. Ga cuman aku yang merasa dia baik, temen-temenku bahkan sahabatku juga ikut seneng sama dia, yang dulunya aku punya cewe aku terus yang bayarin kemana-kemana eh kalo sama Ferin, ada jadwal tersendiri aku boleh bayarin dia, dan ada hitungan tersendiri aku boleh bayarin dia kalo lebih dari hitungannya habis dah aku.
            Tapi ketika Tuhan berkata lain yasudah lah kita tak bisa melawan kehendak Tuhan. Sempat kecewa diawal karena perbedaan membuat kami terpisahkan. Tapi sekarang dengan berjalannya waktu kita mempunyai jalan masing-masing walaupun masih sering ketemu masih sering jalan. Waktu pun berputar tak berasa sudah tahun baru. Tahun baru kali ini aku jomblo, ciee ciee pergantian tahun barunya jomblo. Bulan January menurutku bulan yang membuat aku pengen banget dapat yang baru nih 1 Keyakinan lebih tepatnya dan lebih serius dari sebelumnya. Tanggal 15 January tepatnya aku kenalan dengan salah satu cewe yang bernama Ara yang bakal ku ceritain selanjutnya setelah ini.
            I see the light.. Akhirnya aku memberanikan diri untuk lebih mengenal Ara. Tanggal 19 January aku ajak dia jalan karena pengen banget nonton salah satu film saat itu. Entah kenapa mungkin terlalu dini buatku pada tanggal 23 January aku tembak dia dan senangnya dia mau juga menerima :). Awal bulan pertama manisssssssss sangat manis, beranjak ke bulan kedua sosok Ferin datang lagi. Aku berhasil menyembunyikan rahasiaku ke Ara, dan aku belum pernah cerita ke Ara kalo aku belum bisa fokus kedia karena belum sepenuhnya aku dapat serius karena terlalu dini buatku untuk menggantikan sosok Ferin. 

Rabu, 06 April 2016

FERENCIA

0



Happy Anniv 1 Tahun Ferencia, iya mungkin kita sudah tidak bersama lagi, kali ini tapi entah kenapa di Hari jadi kita yang ke 1 Tahun ini kita bisa bertemu lagi. Hubungan kita ribet, mungkinkah kita dapat bersama lagi?? Halo Ferencia ini kado langsung dari hati.
*Dimulai dari awal kenal Ferencia*
Tahun 2011 adalah tahun pertama kali gw kenal Feren, saat itu gw lagi sama temen-temen gw nangkring di salah satu Cafe Ice Cream. And u know... i see the angel come iya itu dia orangnya si Ferencia. Ketika itu gw masih inget baju yang dia pake pertama kali gw ngeliat dia, dia nya pake baju batik. Entah kenapa feeling gw nih anak rame, nih anak asik, nih anak bakal jadi cerita yang menarik buat gw ceritain nantinya ke anak-cucu.

Ketika pertama kali bertemu tersebut langsung berani meminta nomer HP nya. Dikasihhh deh gw, ketika gw pulang dari tempat tadi gw langsung SMS dia, ngajakin dia kenalan di SMS iya dulu waktu gw bocahhhh. Ketika gw tanya sekolah dimana dia ngejawab u know lah.. Salah satu sekolah kristen di kota gw. And.. gw langsung mikir "Waduhhhhh... jauh bangettttt" maksud dari kata-kata jauh gw "Jauh banget perbedaan keyakinan yang kita percayai".

Intinya gw kenal Feren dari Tahun 2011.

Dan pada awal 2012, entah kenapa gw punya contact BBM nya padahal gw ga ada contact-contactan lagi sama dia. Asik aja gitu masih bisa chat chat di BBM.

2013 gw udah kelas 3 SMA yee... tahun ini gw jalan sering jalan sama dia sampai-sampai dulu gw sempat mau berantem sama pacarnya Feren gara-gara gw terlalu dekat sama dia. Padahal salah siapa? salah siapa yang ga punya waktu buat pacarnya. Kan jadinya pacarlu nyari temen buat cerita, buat ngungkapin  isi hatinya, buat temen bercandaan. Makanya kalo punya pacar minimal kosongin waktu lu buat dia sedikit kalo ga bisa banyak.

2013
Pertengahan tahun 2013 gw sempat deketttttt sama Feren sedekat nadi. Moment di tahun ini yang paling ga bisa gue lupain adalah ketika gw diajakin Feren bolos kerumah temennya Hikmah, ketika itu Hikmah di marahin kalo bawa cowo kerumahnya, so??? gimana gw masuk kerumahnya? Sumpahhhh ini real story, gw nyamar jadi cewe pake Kerudung sekolah, pake tas cewe, syukur aja gw ga pake ROK. Aneh aja gitu ngingetnya..

Akhir tahun 2013 gw ngilang dan dia juga ngilang.

2014 masih tanpa kabar entah kenapa gw ga tau n

Selasa, 19 Januari 2016

Selamat Pagi ELVIRA !

0

Elvira? masihkah kau ada di pagi hari ini? Aku takkan melupakanmu Elvira *memandang foto yang sudah terlihat rusak*. Ini adalah pagi dimana kita saling menyapa kepada terangnya sang mentari.
Elvira dipagi ini aku berjanji akan membawakanmu bunga kesukaanmu. "Maukah kau menerima bunga ini Elvira?" tanyaku ragu didalam hatiku. Aku setiap pagi mampir kerumahmu dan ku titipkan bunga yang kau suka didepan rumahmu Elvira.

Masihkah kau mengingatku? aku adalah kepingan memori masalalu mu. Takkan kulupakan setiap pagi bersamamu dan takkan kulupakan senyumanmu dipagi hari. Senyumanmu dulu mampu membuatku semangat di pagi hariku. Sekarang aku yakin kamu sudah bahagia bersama-nya. "Apakah kamu mau memberikan senyumanmu di pagi hari ini untuk terakhir kalinya Elvira?"

Sekarang aku sudah merasa tua dan aku sedang sakit-sakitan keras, aku ingin kamu membaca pesan ini walaupun aku yakin kau takkan mungkin bisa membacanya. Elvira Roselyne dulu kita pernah berjanji untuk saling bersama dan mencintai walaupun kita ditakdirkan berbeda keyakinan. Jangan kau pergi meninggalkanku Elvira, aku takkan melupakan janji kita.

Di pagi-pagi selanjutnya aku selalu membawakan bunga untukmu. Elvira jika kau merasakan sakitnya diriku ketika ditinggalkan olehmu, mungkin kamu akan berharap membuat sebuah mesin waktu agar kamu lebih menghargai ketika bersamaku.

Senin, 18 Januari 2016

Tiara Bukan Ilusi

0

19 January 2014, aku bertatap muka dengan wanita yang sosoknya ada didalam imajinasi kriteria wanita idamanku.

Ketika itu waktu menunjukkan pukul 15.00, aku duduk sendiri didalam sebuah Cafe dikursi yang cukup untuk 2 orang, ketika cafe tersebut telah penuh oleh pelanggan. Dalam benakku mungkinkah aku menemukan ketenangan disini. Pada saat itu juga aku melihat dari bilik jendela disamping ku duduk tampak seseorang wanita yang sedang kebingungan mencari tempat untuk duduk.

Wanita tersebut memakai baju putih yang tampak membuat dia bercahaya, setelah memasuki cafe tersebut dia langsung berjalan menghampiriku. Aku terkejut.. dia menyapaku dan bertanya "Boleh duduk disini mas?" katanya. Aku merespon dengan terbata-bata "Boo..le..h mba" kataku kepadanya.

Ketika dia duduk aku tak berani memandang wajahnya yang bercahaya sama sekali, mengapa? mengapa aku tak berani? tanyaku kepada diriku sendiri. 30 menit berselang aku pun cuman fokus ke handphone yang kupunya dan sesekali aku memperhatikan dia dengan laptopnya.

Kucoba memberanikan diri dan bertanya, "Mba lagi ngerjain apa?" kataku.
"Ini loh mas tugas dari dosen tapi kok internetnya ga bisa ya dari tadi" katanya kepadaku, aku dengan sikap yang sok cuek dan sok tahu menjawab dengan singkat "Kayaknya lagi gangguan deh wifi-nya", "Ga mas, soalnya di Handphone ku bisa connect tapi ke Laptopku kok ga bisa ya" katanya.

Aku memindahkan kursi ku kesampingnya... "Sini mba laptopnya biar saya liat" kataku.
"Emang mas nya bisa??" dia berkata sambil bercanda. "Engga bisa sih tapi dicoba-coba dulu kali aja bisa" kataku balik bercandain dia. Dengan modal pengetahun pas-pasan aku mencoba mengotak-atik laptop tersebut dan kucoba ganti IP address dan DNS di laptop tersebut, ternyata Wifi cafe tersebut berhasil kubuat connect ke laptopnya.

"Wihhhhh... masnya jago juga ya" dia tersenyum. "Engga kok cuman beruntung doang kayaknya" aku tersipu malu. Dalam selang waktu 10 menit kami berbicara dan mulai mengenalkan nama. Aku terkejut ketika dia mengenalkan namanya. Namanya Tiara yang berarti "Wanita bermahkotakan permata" kataku dalam hati. Setelah aku berkenalan dan bercakap-cakap kurang lebih 1jam ternyata Tiara orangnya asik dan enak diajak berteman.

1 Minggu setelah mengenal Tiara.. aku ke Cafe tersebut lagi, Niatku mungkin aku bisa bertemu dengan Tiara disini. Entah kenapa feelingku berkata "Tiara pasti datang hari ini", Ku tunggu selama beberapa jam Tiara tak kunjung datang juga.

Waktu pun berlalu dengan cepat, tak terasa sudah 1 Bulan aku tak bertemu dengan Tiara. Aku penasaran apa yang terjadi kepada Tiara. "Apakah Tiara baik-baik saja?" gelisahku dalam hati. Aku mencoba mencari-cari dimana Tiara itu berada, dan seketika aku mengingat bahwa dia adalah seorang Mahasiswi dan sempat ku lihat dimana dia kuliah.

Aku mencoba.. dan terus mencoba mencari dia di salah satu universitas ternama di Kotaku. Dan aku bertanya kepada salah satu dosen di Universitas tersebut. Dan aku tak menemukan satu jawaban pun tentang Tiara, kadang aku bertanya kepada diriku sendiri "Apakau Tiara hanya sosok idamanku yang berada dalam imajinasiku?" menggerutuku didalam hati. Kegelisahan mulai menyelimutiku, walaupun hanya sekali bertemu dan beberapa jam bicara sama dia entah kenapa aku langsung mempunyai perasaan kepada dia. "Bodohnya aku.. Kenapa aku tak tukeran contact biar aku bisa menghubungi dia kapanpun dan dimanapun" kataku meringis.

6 Bulan berlalu.. sosok Tiara pun yang dulu aku cari-cari kini telah dapat kulupakan. Masih ditempat yang sama dengan kesendirianku, aku menghibur diriku dengan membentuk sebuah band yang dulunya aku impikan. Disalah satu event ketika bandku perform entah kenapa di backstage aku bertemu dengan orang yang sangat mirip dengan sosok yang dulunya aku kenal yaitu Tiara. Aku mengabaikan dia karna ku pikir itu bukanlah Tiara yang dulu ku kenal.

Hari demi hari aku fokus kepada karirku, 1 Tahun sejak aku membentuk sebuah Band, aku cukup tenar di Kotaku. Sebagai penulis lagu di bandku, aku sering meluapkan isi hatiku di lirik-lirik lagu yang ku tulis. Dan sempat terpikirkan olehku untuk membuat Lagu yang berjudul Tiara. Selesainya laguku yang berjudul Tiara, mendapat respon baik di masyarakat kotaku.

"Aku harus berterimakasih kepada Tiara" kataku, dan teman satu bandku bertanya dimana aku mendapat inspirasi untuk membuat lagu yang berjudul Tiara itu. Aku pun menceritakan ketemanku tersebut.

Dia tertawaaaa.. menertawakan ceritaku, mungkin aku bodoh sampai sekarang aku tak serasa tak ingin punya pendamping dikarenakan dulu aku hanya mencari sosok Tiara yang kujumpai hanya sekali dan berbicara kedia beberapa jam. Tapi aku yakin sosok Tiara itu bukan ilusi dan imajinasiku.

Bandku pun melakukan tour dari kota ke kota lain. Sesampainya disalah satu kota, aku pun sudah mampu tersenyum ternyata Tiara yang dulunya menurutku hanya imajinasiku saja, sekarang muncul dihadapanku dengan wajah yang membuatku mengingat akan kesan pertama kaliku bertemu.

Aku terkejut ternyata Tiara yang dulu masih mengingatku, dia pun langsung berkata kepadaku "Emang mas nya bisa??" sambil tertawa. Aku langsung respon menjawab "Engga bisa sih tapi dicoba-coba dulu kali aja bisa" sambil bersalaman kedia.

Bulan ketiga setelah aku bertemu dan bercakap dengan Tiara yang keduanya kalinya, Aku dengan Tiara sudah menjalin hubungan 2 bulan bersama. Kami berdua berbagi cerita, dan aku menceritakan betapa bodohnya diriku yang dulu karena aku tak mampu menemui Tiara sekalipun. Dan terkejutnya aku ternyata dulu Tiara sering melihatku di jalan yang berlawanan dari dia dan dia sering ingin menyapa tapi dikejar deadline tugas akhir dari dosen jadi tak sempat memutar arah untuk menyapaku.

Tiara juga sering ke Cafe pertama kali kami bertemu, ketika aku ke Cafe tersebut ternyata dia belum datang tetapi setelah aku meninggalkan Cafe tersebut dia datang dan sering melihatku dengan wajah gelisah di tempat parkir ketika mau balik dan Tiara pun enggan menggangguku menurut dia aku lagi punya masalah pribadi. Seandainya aku lebih menghargai dan rela menunggu Waktu mungkin aku tak perlu repot-repot untuk bertemu Tiara.

19 January 2016 sama seperti tanggal pertama aku bertemu dengan Tiara, adalah hari yang aku tunggu dimana aku mengadakan pesta pernikahan bersama Tiara sosok yang dulunya aku cari-cari dan sempat ku berpikir dia hanya ilusi imajinasiku belaka.

Note :
"Tak ada salahnya untuk menunggu waktu dan jangan tergesa-gesa untuk mengambil suatu keputusan" 

"Hargai waktumu bersama-nya, siapa tau itu adalah hari pertama dan terakhir kalian bertemu"

"Percayalah, jika menurut tuhan dia adalah jodohmu kejar dia"