Part 3
HURT
Momen demi momen kami lewati bareng,
sempat beberapa kali putus nyambung setiap bulan karena alasan yang kurang
logis. Aku tetap mencoba mempertahankan bagaimana pun sulitnya rasa bertahan
ini. Aku sudah memperbaiki sikap ku dari sebelum-sebelumnya, aku bukan playboy,
aku cuman lelaki yang telat move on. Sudah berhasil melupakan Ferin, sekarang
aku terjebak di Ara. Kelebihan Ara apa? Aku juga belum bisa menemukan sampai
sekarang, karna aku liat aku FUN sama dia, pengennya bareng terus sama dia,
kalo dibilang apa alasanku bertahan karna aku ga pengen membuat mengulang lagi
kesalahan-kesalahanku yang dulu dan ini belum fatal dan belum cukup fatal untuk
sebuah perpisahan dan aku memilih bertahan bagaimana pun caranya aku
menghadapinya.
Ketika itu dipertemukan cewe yang
superdrama, dipisahkan dengan tembok yang sangat rumit, dan dipisahkan oleh
perbedaan yang sangat besar, kenapa cuman masalah hati sekarang aku ga
bertahan? Capek untuk mengulang dari awal kembali, memperkenalkan diri lagi
dari awal.
Hurt, rasa sakit datang kembali ketika aku mencoba menjalani keseriusan dengan Ara. Entah kenapa pemikiran mamah nya terlalu kolot, “Ini bukan zaman situ nurbaya” cukup itu kata-kataku ke mamahnya. Entah kenapa lagi-lagi orang tua yang membikin aku sulit, membikin hubungan rumit, dan membuat aku mati langkah. Aku coba konsultasi ke mamah ku yang bisa mempunyai pemikiran yang masih muda, dan salah satu kata-kata mama ku yang kudapat “Kamu udah dewasa dan ini saatnya bukan hanya si pasangan kam yang kam hadapi tapi ingat dia punya keluarga dank am harus menghadapi keluarganya juga” dengan kata-kata ini aku termotivasi untuk mempertahankan lagi walau aku tau aku bakal HURT banget di endingnya.
Hurt, rasa sakit datang kembali ketika aku mencoba menjalani keseriusan dengan Ara. Entah kenapa pemikiran mamah nya terlalu kolot, “Ini bukan zaman situ nurbaya” cukup itu kata-kataku ke mamahnya. Entah kenapa lagi-lagi orang tua yang membikin aku sulit, membikin hubungan rumit, dan membuat aku mati langkah. Aku coba konsultasi ke mamah ku yang bisa mempunyai pemikiran yang masih muda, dan salah satu kata-kata mama ku yang kudapat “Kamu udah dewasa dan ini saatnya bukan hanya si pasangan kam yang kam hadapi tapi ingat dia punya keluarga dank am harus menghadapi keluarganya juga” dengan kata-kata ini aku termotivasi untuk mempertahankan lagi walau aku tau aku bakal HURT banget di endingnya.
Part 4
ENDING
Perpisahan dan berakhirlah yang
terucap dari mulut sekarang, Dia dijodohkan ketika aku masih pacaran sama Ara,
dan anehnya lagi si Ara malah meladeni calon yang bakal di jodohkan sama dia.
Sakit hati, kecewa dan pengen banget kabur jauh-jauh pada saat itu. Hancur yang
berasa, aku bodoh melakukan hal yang bodoh yaitu berani datang kerumahnya pada
saat masalah memuncak. Ternyata apa yang di bicarakan mamahnya pada saat itu
hanyalah kebohongan belaka. Dan aku iya iya doang karna percaya, eh kami baikan
lagi dan aku menerima dengan kenyataan kalo dia ga bakal tersesat dan tetap
sama aku. Aku salah langkah, ternyata terjebak oleh jebakan. Jelang 2 minggu
sejak kejadian yang tadi, siAra sakit gara-gara hujan-hujanan. Tapi dia
ngajakin aku ikut Color run, aku sudah menolak beberapa kali dengan beberapa
alasan karna ada sesuatu yang mengganjal hatiku kalo aku ikut. Tapi aku ga bisa
biarin Ara sendiri ikut bareng teman-temannya, yasudah dengan sangat terpaksa
aku ikut juga. Dan tibalah harinya ternyata jam 6 pagi harus stay huekkk.
Karena aku adalah insomnia-man jadi bangun pagi adalah musuhku. Tapi aku
semangat semangatin diri sendiri jam 7 bangun HAHAHA telat sih tapi gak papa
deh. Harinya panas banget, sangat panas bisa bikin kulit terbakar lah pada saat
itu. Acara dari pagi – siang kisaran jam 1an. Belum lagi molor hahah. Jam 2
kita pulang dan mencari makan inget banget kata-kata pecah dari Ara, “Aku bukan
nyari pacar, aku nyari pasangan hidup” tau tuh kenapa dia ngomong kaya gitu
tiba-tiba. Dan dia bilang hehee aku cuman becanda. Sore sudah dan kami
berangkat pulang kerumah masing-masing. Ku antar Ara kerumahnya, dan aku pulang
kerumah dan tertidur sore hari.
Kisaran jam 6 ada telpon dari Ara,
aku kira di nelpon karena nyuruhku bangun karena mau maghrib harinya. Eh aku
angkat dan dia nangis, nangis di telepon. “Kenapa katakuuu ishh” aku bingung
suaranya ga jelas, dan terdengar sedikit. Mama marah-marah dhan, kam disalahin
gara-gara ngajaki aku panas-panasan terus aku disuruh mutusin kam. Ya sudah aku
yang salah dalam hati ku tenangin dia dan aku nyoba sabar dan tenang, ehhh
nyolot banget ada telepon lagi dari Ara, tau ga siapa yang ngomong? Langsung
mamahnya brooo.. aku di marah-marahin diteriakin katanya “aku ga bisa menjaga
pacar, ngajakin panas-panasan, kemaren hujan-hujanan, ini lagi kulit terbakar
berapa habis aku buat Ara doang “ kata mamah nya aku cuman bisa jawab “iya iya
doang” dan sit ante malah teriakin “Jangan Banyak omong kamu” katanya Ya allah
aku salah apa kataku terdiam dalam hati. Terus di bilang “Mulai sekarang jauhin
Ara, jangan hubungin lagi, dan jangan pernah temenan lagi sama Ara” aku masih
diam karena kalo aku berbicara yang sebenarnya Ara yang bakal sakit dimarahin.
Kalo mamah nya tau yang sering ngajakin Ara nya bukan aku malah Ara yang kena
imbasnya tapi aku mencoba menolong dia biar ga dimarahin. Cukup aku deh kataku
dimarahin. Saat itu juga kami putus.
Suatu ketika, aku merencakan sesuatu yang
sangat indah, ketika Ara berulang tahun, sebelum itu aku berpikir matang-matang
harus ngapain dan berbuat apa. Aku bukan siapa-siapa nya ara, aku dilarang
kerumahnya, aku dilarang ini itu sama ortunya. Dan terlintas pikiranku untuk
ngajakin temen-temennya Ara biar dikira Temennya yang ngajakin ketemu dan
ngasih surprise padahal aku yang ngasih surprise kedia. Eh sudah berhasil
surpriseku, aku liat Ara senang J bersyukur banget aku bisa liat
dia senang walau terakhir kalinya aku bikin dia senang. Tapi aku terjebak lagi
entah kenapa aku berani mencoba jalan yang nekat aku ajakin dia balikan. LOL
HAHAHAHAHHAH eh dia nya mau juga walau agak gimana gitu.
Malam tahun baru lagi tepat satu
hari sebelum malam tahun baru, aku diputusin dengan alasan yang kurang logis dan
selalu mengait-ngaitkan dengan masalah orang tua. Aku mah apa atuh hahaha cuman
mengiyakan karena takut. Tapi seperti yang ku kira dari awal ini seperti
permainan anak kecil yang membuatku berpikir menjauhi ku bukan seperti itu
caranya. Karena dari awal aku tau bahwa Ara bakal memilih apa yang disuruh
orang tuanya. Karena 1 calon yang dipilih taat Agama dan mamahnya Ara mencari
yang Agamanya kuat (Lagi-lagi menyangkut Agama), dan Bos (katanya).
Tapi beginilah endingnya J Dia nya terlihat galau, terlihat sedih mungkin cuman didepanku, dan masih banyak rahasia rahasia yang belum ku ketahui darinya. Mungkin Ending yang tepat dari ceritaku sama Ara adalah “Aku rela di bilang ini itu, rela di jadi pecundang, rela jadi budak cinta, dan berani mengambil jalan dimana agar dia ga dimarahin sama ortunya” dan dia sudah bahagia sama calon yang dipilih sama orang tua nya J Congrats yaaa… Tapi seperti yang kalian tau “You Play Drama, You Get Karma”. Ending dari ceritaku, Aku sudah masuk kerja dan semoga dengan aktifitas yang baru ini sedikit demi sedikit dapat membuatku lupa kalo aku pernah sama Ara.
Tapi beginilah endingnya J Dia nya terlihat galau, terlihat sedih mungkin cuman didepanku, dan masih banyak rahasia rahasia yang belum ku ketahui darinya. Mungkin Ending yang tepat dari ceritaku sama Ara adalah “Aku rela di bilang ini itu, rela di jadi pecundang, rela jadi budak cinta, dan berani mengambil jalan dimana agar dia ga dimarahin sama ortunya” dan dia sudah bahagia sama calon yang dipilih sama orang tua nya J Congrats yaaa… Tapi seperti yang kalian tau “You Play Drama, You Get Karma”. Ending dari ceritaku, Aku sudah masuk kerja dan semoga dengan aktifitas yang baru ini sedikit demi sedikit dapat membuatku lupa kalo aku pernah sama Ara.

