Elvira? masihkah kau ada di pagi hari ini? Aku takkan melupakanmu Elvira *memandang foto yang sudah terlihat rusak*. Ini adalah pagi dimana kita saling menyapa kepada terangnya sang mentari.
Elvira dipagi ini aku berjanji akan membawakanmu bunga kesukaanmu. "Maukah kau menerima bunga ini Elvira?" tanyaku ragu didalam hatiku. Aku setiap pagi mampir kerumahmu dan ku titipkan bunga yang kau suka didepan rumahmu Elvira.
Masihkah kau mengingatku? aku adalah kepingan memori masalalu mu. Takkan kulupakan setiap pagi bersamamu dan takkan kulupakan senyumanmu dipagi hari. Senyumanmu dulu mampu membuatku semangat di pagi hariku. Sekarang aku yakin kamu sudah bahagia bersama-nya. "Apakah kamu mau memberikan senyumanmu di pagi hari ini untuk terakhir kalinya Elvira?"
Sekarang aku sudah merasa tua dan aku sedang sakit-sakitan keras, aku ingin kamu membaca pesan ini walaupun aku yakin kau takkan mungkin bisa membacanya. Elvira Roselyne dulu kita pernah berjanji untuk saling bersama dan mencintai walaupun kita ditakdirkan berbeda keyakinan. Jangan kau pergi meninggalkanku Elvira, aku takkan melupakan janji kita.
Di pagi-pagi selanjutnya aku selalu membawakan bunga untukmu. Elvira jika kau merasakan sakitnya diriku ketika ditinggalkan olehmu, mungkin kamu akan berharap membuat sebuah mesin waktu agar kamu lebih menghargai ketika bersamaku.
Tapi jika tuhan berkata lain, apalah dayaku mungkin dengan begini kamu dapat berbahagia bersama-nya melebihi bahagia bersamaku.
Waktu terus berputar dan aku disini semakin tua Elvira. Apakah kamu tak berpikir untuk mengucapkan sepatah kata pun kepadaku. Aku sering mampir kerumahmu tapi kamu tak pernah menemuiku, aku tau dulu aku salah dan aku sendiri tak memaafkan diriku untuk kesalahan itu. Elvira jika kau meninggalkan ku ketika aku merasa bersalah karna mu maka aku takkan mungkin dapat memaafkan diriiku.
Aku optimis untuk bisa bertemu denganmu lagi Elvira. Aku rindu senyumanmu di pagi hari, dan aku rindu ketika kau mencium keningku dan mengucapkan selamat pagi kepadaku setiap harinya. Tapi kenapa kamu tak mengatakan alasan meninggalkan ku sendirian disini?. Aku tau aku tak sempurna, tapi maukah kau kembali dan menjalani hari-hari terakhir bersamaku disini.
Mungkin umurku sudah tak mampu untuk menunggumu kembali lagi Elvira. Umurku yang sekarang sudah memasuki tahap dimana aku harus menghadap ke Maha Kuasa. Tapi aku ingin mendengar kamu mengatakan bahwa kamu mencintaiku yang terakhir kalinya Elvira. Dan aku bisa memaafkan diriku sendiri, Elvira kembalilah bersamaku jangan tak menjawab seperti itu.
Bunga terakhir yang ingin kuberikan kini sudah layu dan aku tak sempat mengantarkan ke depan rumahmu dipagi hari ini. Maafkan aku Elvira, aku sudah tak mampu untuk berjalan lagi dan aku hanya bisa mengirimkan doaku untukmu agar kau tenang disana. Dan maafkan kejadian waktu itu seandainya aku menjemputmu lebih cepat mungkin aku masih bisa bersamamu disini.
Aku cukup senang ketika kau menyambutku di pagi terakhirku ini Elvira. Takkan kulupa untuk pertama dan terakhirnya mengucapkan, "Selamat Pagi Elvira !" sekarang kita sudah bisa menatap mentari di Pagi hari bersama-sama lagi seperti dulu.
Note :
"Sebaiknya kita mengirimkan doa kepada orang yang telah tiada agar dia bisa tenang disisi-nya daripada hanya merenunginya"
"Tuhan pasti memberikan jalan yang terbaik untuk semua umatnya"
Selasa, 19 Januari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar