Part 2
D.E.S.T.I.N.Y
Di 2 bulan pertama aku sama Ara,
kami putus karena alasan Ara aku cowo playboy hiks :(. Mencoba meyakinkan dia
bahwa aku ga seperti yang dia bilang, ternyata tak bisa, entah kenapa sahabatku
yang bernama Bima meyakinkanku untuk berubah dan Meyakinkan ku kalau sosok
Ferin bisa digantikan pastinya. Aku pun tersenyum dan coba bangkit, pada saat
itu juga aku memberanikan diri datang kerumahnya tanpa undangan. Sempat nunggu
beberapa menit didiemin doang depan pagar rumahnya. Tapi perjuanganku belum
sia-sia aku tunggu dan terus tunggu sambil manggil namanya, eh ternyata dia mau
bukain pagarnya J. Seneng, gugup, bercampur jadi
satu. Seribu duaribu alasan aku coba meyakinkan dia, akhirnya dia mau balikan
dan jalani lagi sama aku. Tau taunya 1 minggu setelah kejadian itu si Ferin
datang lagi. Dan bodohnya sahabatku Bima tadi malah ngajakin aku ketemuan sama
Ferin. Dan kita sudah masing-masing punya pasangan tapi mau aja ketemu satu
sama lain, entahlah kataku ikutin aja dulu arusnya mungkin ini kehendak Tuhan
aku bertemu dengannya lagi. Sempat asik ngobrol dan dipertengahan perbincangan
terciptalah omongan “Kok ga diajak pacarnya Dhan?” ketawa aku “Hahahahahahaa”
lol kok ketawa katanya aku serius nanya pacarnya kenapa ga diajak? Kujawab
dengan senyum “Sudah tidur dia In biasa sudah jam 11 harus tidur dia” Ferin pun
ketawa. Dan setelah bahas sedikit tentang pasangan masing-masing terciptalah
kampret moment. Ferin mengambil Hpku membuka aplikasi dan bikin video durasi
pendek di aplikasi tersebut, isinya “Happy Anniv Dhan J” terus kameranya menuju ke arahku dan bilang ishh
apaan sih hahah. Eh dan lagi dia bikin video lagi isinya “Hurt him, I kill you J” bla bla bla
dah syukurnya itu aku aman karena pada saat itu Ara belum punya aplikasi yang
ku mainin sama Ferin berdua.
Setelah itu aku rahasiakan lagi
cerita ini ke Ara, dengan sedikit demi sedikit membuka hati ke Ara, akhirnya
aku terjebak kedalam perasaanku sendiri. Dulu waktu awal-awal pacaran jalan
sama Ara cuman Weekend, Weekdays nya pada malam hari kadang aku habisin waktu
sama Ferin, cerita tentang Ara ke Ferin juga. Aku berasa menjadi cowo yang
berengsek, cowo yang bakal nyakitin hati perempuan jika aku ketauan dan
ketangkap basah saat aku masih berhubungan dengan Ferin.
Aku tersadar, jika aku lanjutkan
dengan Ferin yang seperti ini kami bakal terjebak lagi kelubang yang sama dan
jalan yang buntu lagi. Ara superdrama, Ferin lebih superdramanya, aku
memperlakukan Ara seperti aku memperlakukan Ferin dulu yang bisa ku anggap
sebagai Teman, Sahabat, Musuh, sekaligus Pacarku. Entah kenapa itu berhasil ku
berlakukan ke Ara juga walau Ara lebih cemburuannya daripada Ferin. Dan sering
melontarkan kata-kata putusnya setiap bulan karena alasan yang kurang logis.
Tapi hati ini bergerak dan terus bangkit untuk mempertahankan. Lupakan soal
Ferin, aku sudah berhasil kabur darisana dan sekitar 80% ke Ara.
To be Continued... to >> http://imagimories.blogspot.co.id/2017/01/perbedaan-kita-part-3-ending.html
To be Continued... to >> http://imagimories.blogspot.co.id/2017/01/perbedaan-kita-part-3-ending.html
0 komentar:
Posting Komentar